Sisipkan jeda dua menit setiap beberapa jam untuk mengembalikan perhatian pada saat ini. Jeda pendek ini tidak mengganggu produktivitas, melainkan membuat transisi lebih mulus.
Coba teknik pernapasan sederhana atau pengamatan tubuh selama jeda. Fokus pada sensasi singkat membantu memutus siklus pikiran berulang.
Gunakan pengingat visual kecil, seperti sticky note atau timer, untuk mengingatkan jeda. Keberlanjutan kebiasaan seringkali bergantung pada konsistensi yang sederhana.
Pindahkan tubuh sebentar: berdiri, meregangkan lengan, berjalan ke jendela. Perubahan gerak membantu memisahkan rangkaian tugas tanpa harus lama berhenti.
Jika memungkinkan, lakukan aktivitas mini yang menyenangkan—mendengar lagu pendek atau minum segelas air. Hal kecil ini memberi ruang untuk bernapas tanpa mengubah ritme hari.
Setelah jeda, tulis satu kalimat penutup untuk tugas sebelumnya lalu lanjutkan. Praktek ini membantu menandai akhir dan memberi izin pada pikiran untuk bergeser.

